saat kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita harus siap melepas sesuatu yang kita miliki

Thursday, December 30, 2010

Pada situasi saat ini yang begitu memaksaku untuk terus berfikir dan terus merenungkan hidup yang telah ku jalani. Tiada akhir perjalanan ku berkelana mencari suatu titik terang dalam hidupku. Diri ini terus menerus menghadapi situasi dimana aku tak mampu menjadi seorang yang dapat diandalkan oleh orang di sekelilingku, aku hanya mampu berlari kepada suatu sudut yang sempit dan gelap, aku merasa diri ini tiada berguna meski untuk menuntun diriku kepada jalan yang benar. Adapun suatu hal yang terus membayangi benak ku selama ini sehingga aku harus melakukan apa yang telah kulalui meski hati ini menolak tetapi logika berkata lain. Setiap detik aku merasakan perseteruan hati dan logikaku yang berdampak pada kerusakan rohani maupun jasmani. Di dalam palung hati ku sangat berharap, aku ingin kembali menjadi diriku seperti sedia kala. Tapi ku rasa, ini hanyalah hayalan gelora hati ku yang hampir tidak mungkin untuk dicapai. Bukan sekedar ucapan untuk menyerah tetapi ketidak mampuan batinku untuk bertahan. Selama ini aku selalu mencoba tegar dan selalu tertawa di atas kepedihan ku. Mungkin sebagian orang jika mengetahui apa rahasia yang membuat ku seperti ini. Apakah mereka mampu membendung air mata dan mampu bertahan untuk tetap semangat. Tapi berbanding terbalik, betapa air mata ini tak mampu untuk mengalir dan tak ada satupun hal yang dapat membuat ku menangis kecuali ketika mengenang keluargaku yang selalu menyayangi ku. Itulah satu satunya alasanku untuk tetap tegar. Dan ku merasa banyak orang yang telah menjadi dampak atas perubahanku selama ini.

No comments:

Post a Comment

Followers